*Sidang Paripurna DPRD Pemalang
“Kami mohon supaya Pemerintah
memperhatikan secara khusus bukan hanya memberikan secara tehnis untuk
pengadaan air, tapi bantuan langsung yang dapat dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sumber :Radar Pemalang
ENAM Raperda ditetapkan dalam rapat
paripurna DPRD Pemalang tentang persetujuan penetapan enam Raperda, Senin
(15/10) kemarin. Rapat paripurna tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pemalang,
Mukti Agung Wibowo ST. Beberapa fraksi di DPRD Pemalang memberikan catatan dan
masukan kepada pemerintah.
Wakil bupati dalam sidang tersebut
menyampaikan bahwa seiring dengan semakin berkembangnya kabupaten Pemalang,
maka potensi permasalahan yang dihadapi juga semakin besar dan beragam. Banyak
hal yang pada masa lalu dianggap wajar dan belum begitu mengkhawatirkan, pada
saat ini justru berubah menjadi sesuatu yang harus diatur, dikelola maupun
ditertibkan. Enam raperda ini antaralain raperda tentang organisasi dan
tata kerja badan penanggulangan bencana Kabupaten Pemalang, raperda tentang
pengawasan, pengendalian dan pelarangan penjualan minuman beralkohol, raperda
tentang penyelenggaraan hiburan, raperda tentang pengelolaan air tanah dan
raperda tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.
Pasca penetapan tersebut menurut wakil
bupati akan ada tugas besar dan berat yang harus dilaksanakan bersama yaitu
baik bagi eksekutif maupun legislative.
“Bagi eksekutif wajib melaksanakan
keenam perda tersebut secara tegas dan professional, sedangkan bagi legislative
wajib mengawasi jalannya pelaksanaan keenam perda tersebut,“tandasnya.
Sementara itu, Fraksi Golkar terkait
penetapan enam raperda tersebut memberikan catatan. Catatan tersebut
disampaikan oleh salah satu anggota fraksi Golkar, Drs H Santoso MM MSi.
Menurutnya, dahulu sebelum ada raperda tentang pengelolaan sampah penduduk
aktif melakukan kegiatan kebersihan. Sehingga sampah dapat dikelola dengan
baik, namun sekarang menjadi lemah. Dia juga mengkritisi petugas kebersihan
yang setelah menjadi PNS bukannya kinerja semakin baik malah kinerjanya
menurun.
“Maka dengan adanya perda seharusnya
kinerja petugas kebersihan menjadi lebih baik,tidak kotor seperti sekarang ini,
ingat dulu Pemalang pernah mendapatkan adipura,”ujarnya.
Lebih lanjut, Menyikapi raperda
pengelolaan lingkungan hidup, menurutnya, selama ini banyak yang menghitung
bahwa kondisi alam saat ini masih aman karena masih terdapat lahan hutan
sebesar 30 persen dari wilayah kabupaten, tapi seharusnya perlu dikritisi
apakah lahan seluas itu sama dengan jumlah tegakan yang ada.
“Padahal yang
perlu dilihat adalah jumlah tegakannya. Apakah betul menutupi lahan yang ada
atau tidak. Memang luas hutannya 30 persen tapi banyak yang gundul,”ujarnya
memperkirakan tegakan tinggal 10 persen baik lahan hutan rakyat maupun industri.
Hal itu akibat penebangan yang kurang terkendali.
Fraksi PKS juga
memberikan saran dan masukan atas ditetapkannya enam raperda tersebut, Juru
bicara F PKS, Endang Purwanti SH mengungkapkan setelah perda tentang minuman
beralkohol ditetapkan, maka pemerintah daerah untuk segera mengambil tindakan
tegas.
“Terutama bagi
para penjual yang telah menjual atau mengedarkan pada tempat-tempat diluar
sebagaimana yang telah ditentukan dalam perda ini,”ujarnya.
Selain itu, permasalahan
sampah, menurut PKS sesungguhnya di tingkat Desa sudah ada paguyuban yaitu K3
dengan adanya lembaga ini maka PKS berharap pemerintah dapat memanfaatkan
dengan sebaik-baiknya,
“Selanjutnya
pemerintah dapat memberikan arahan dalam rangka pemilahan sampah organik dan
non organik, sehingga pada akhirnya sampah dapat dikelola dengan sebaik-baiknya
yang membawa dampak baik bagi lingkungan,”tandasnya.
Terkait dengan
kawasan hijau, PKS mendorong kepada pemerintah ketika pengembang perumahan
membangun disyaratkan untuk menyiapkan tanaman pohon sebagai tanaman hijau
sekaligus lingkungan hidup.
“Perlu juga adanya
pengawasan yang lebih ketat terhadap perusahaan yang terindikasi melakukan
pencemaran lingkungan,”imbuhnya.
Sementara itu
terkait air tanah, PKS mendorong Pemerintah untuk melakukan pengawasan yang
ketat terhadap perusahaan yang memanfaatkan air tanah. Tidak luput dari perhatian PKS adalah kondisi kelangkaan air
bersih pada musim kemarau yang sering terjadi di Kabupaten Pemalang khususnya
di wilayah Pemalang bagian selatan.
Sumber :Radar Pemalang
PKS Nongsa - Ketua Bidang Humas DPP PKS Mardani Ali Sera
mengatakan gerakan "Kabeh Dadi Humas" merupakan terobosan jitu. Selama
ini banyak kegiatan yang dilakukan oleh kader PKS namun tidak
dipublikasikan.
"Gerakan "Kabeh Dadi Humas" adalah terobosan jitu. Selama ini PKS hanya
mengedepankan kerja keras tapi tidak diekspose ke media," ujar Mardani
usai peluncuran gerakan "Kabeh Dadi Humas" DPW PKS Jawa Tengah di Gedung
LPMP Srondol, Sabtu (13/10/2012).
Menurutnya Partai Keadilan Sejahtera mencoba mengubah paradigma.
"Paradigma ini coba kita ubah, bekerja tetap ikhlas tetapi juga boleh
diketahui masyarakat, asal tidak semata-mata untuk pencitraan," katanya.
Dia mengatakan dengan memanfaatkan dunia maya, segala kegiatan PKS akan
terkomunikasikan kepada masyarakat luas. Terutama kaum perkotaan yang
melek internet, intelektual dan para remaja yang merupakan pemilih
pemula.
Pemilih pemula ini mendapat perhatian besar karena jumlahnya sekitar 30
juta pada Pilpres 2014. Seluruhnya adalah massa mengambang yang belum
menentukan pilihan dengan karakter independen, tidak mudah terpengerahuh
dan cerdas. "Sedangkan pengguna internet di Indonesia saat ini 60 juta
jiwa dan tahun 2014 akan mencapai 100 juta. Ini pasar yang besar," kata
Mardani.
Untuk memastikan kadernya mampu merebut pasar itu, PKS pun menggenjot
pelatihan internet dan komunikasi visual. Sebanyak 1200 kader utama di
26 provinsi telah mendapatkan pelatihan media internet termasuk
fotografi dan videografi.
"Dilanjutkan dengan pelatihan tahap dua tentang pemanfaatan social media
seperti Twitter dan Facebook," kata Anggota Fraksi PKS DPR RI Komisi
VII itu.
Pencanangan gerakan ini ditandai dengan penyematan pin oleh Mardani
kepada beberapa kader. Dilanjutkan pemutaran lagu dan video klip Kabeh
Dadi Humas yang diproduksi DPW PKS Jateng. Usai pencanangan, dilanjutkan
dengan pelatihan optimalisasi web dan media sosial yang diikuti 81
kader PKS se-Jateng.
![]() |
| Penyematan pin "Kabeh Dadi Humas" oleh Humas DPP PKS Mardani Ali Sera |
Ketua Bidang Humas DPW PKS Jateng Agung Setia Bakti melanjutkan, "Kabeh
Dadi Humas" merupakan gerakan kultura untuk menjadikan semua kader dan
simpatisan PKS sebagai ujung tombok promosi partai. Dengan 50 ribu lebih
kader militan, PKS Jateng optimis akan meraup 1.814.880 suara pada
Pileg Pilpres 2014. Angka itu naik hampir dua kali lipat dari 2009 yang
sebesar 1.076.033.
Selain dituntut berperilaku baik di masyarakat, para kader juga harus
aktif di berbagai situs jejaring sosial. Pilgub Jateng 2013 merupakan
tes perdana keberhasilan program ini dalam meraih dukungan masyarakat.
"Pilgub adalah tes case, melalui keaktifan di Twitter dan Facebook, kami
berharap mendapat masukan tentang segala persoalan Jawa Tengah,"
katanya.
DIPANGGUL-Anak-anak turut serta dalam penentangan film IOM mereka dipanggul, ditimang maupun digandeng kendati terik matahari membersamai aksi. |
BERGERAK- massa PKS Pemalang bergerak memutar jalan protokol kabupaten Pemalang. nampak mereka mengenakan seragam putih-putih. — di Kabupaten pemalang. |
INJAK BENDERA- tidak hanya dibakar bendera amerika juga diinjak-injak. — di Kabupaten pemalang. |
PEMBAKARAN BENDERA- bendera a me rika dibakar sebagai tanda kemarahan kepada amerika yang melakukan pembiaran terhadap pembuatan film IOM oleh salah satu warga negaranya . — di Kabupaten pemalang. |
TER BAKAR HABIS-bendera amerika terbakar habis saat teatrikal aksi. |
*Menilik Aksi Anak-Anak PKS dalam Unjuk Rasa Film Innocent of Muslim
Aksi damai yang digelar PKS dalam menanggapi penayangan film Innocent of Muslim, Jumat (21/9) kemarin, ternyata tidak hanya diikuti oleh orang dewasa saja, tetapi turut beserta mereka anak-anak dan balita. Mengapa demikian?
Kendati harus melalui rute longmarch yang panjang dan menjajal terik matahari di siang bolong, anak-anak tetap diajak oleh orang tua mereka. Seolah tidak ada kekhawatiran dari orang tua mereka saat buah hatinya sakit karena kepanasanan. Tidak pula ada kekhawatiran, jika anak yang dibawanya akan rewel ataupun terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Ketua DPD PKS Pemalang saat dikonfirmasi Radar terkait hal ini mengungkapkan, tidak ada intruksi untuk membawa anak dalam aksi tersebut, menurutnya kemungkinan karena tidak ada yang momong.
“Yang jelas kita tidak mengintruksikan untuk membawa anak,”ujarnya sembari menandaskan,”mereka ikut karena orang tuanya ikut dalam aksi sedangkan di rumah tidak ada yang momong,”jelasnya.
Memang menurutnya kader PKS didominasi kaum muda, kalaupun sudah berkeluarga kebanyakan adalah keluarga baru. Kendati demikian, dia mengungkapkan keikutsertaan anak-anak dalam aksi tersebut tidak akan membawa efek negative, justru positif bagi perkembangan mereka, baik bagi pengenalan terhadap partai lebih khusus lagi untuk mengetahui aktivitas dan perjuangan orang tuanya.
Menurutnya hal ini sudah seperti ciri khas bagi PKS. Saat aksi PKS pasti ada anak yang ikut.
“Sudah ciri khas PKS kalau ada aksi anak-anak pada ikut, barangkali juga sebagai bentuk kaderisasi dan pengenalan dini,”ujarnya.
Tidak hanya dalam aksi saja, dia berujar dalam semua kegiatan PKS selalu ada anak-anak yang ikut serta.
“Mau acara pengajian, jalan sehat ataupun aksi seperti ini anak-anak selalu ikut,”tandasnya.
Lebih jauh dia mengungkapkan, adanya anak-anak dalam setiap aksi tersebut juga sebagai pembuktian bahwa PKS dalam menggelar aksi selalu damai dan jauh dari aksi anarkhi.
“Adanya anak-anak sebagai bukti jika aksi PKS selalu damai dan jauh dari anarkhi,”ungkapnya.
Dalam pantauan Radar, dalam aksi yang digelar PKS ini beberapa balita digendong oleh ibunya, adapula yang di gandeng. Adapula yang anak yang dibahu bapaknya berjalan sepanjang longmarch.
Tidak tanggung-tanggung ada pula anak yang ikut turun menginjak bendera amerika dan dari dekat melihat pembakaran bendera amerika yang merupakan bagian dari rangkaian aksi. (*)
*PKS Kecam Film Innocence of Muslim
PEMALANG – Kontroversi film Innocence of muslim (IOM) yang mengundang protes di sejumlah Negara-negara timur tengah dan umat islam seluruh dunia, kini mulai menjalar ke Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Pemalang. Massa partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengelar aksi mengecam penayangan film yang melecehkan umat islam ini. Massa mula berkumpul di Masjid Agung Pemalang dan melakukan longmarch melalui jalan protocol Kabupaten Pemalang.
Massa yang menggunakan kompak mengenakan seragam putih-putih ini, tidak henti-hentinya bershalawat kepada nabi disamping beberapa diantara mereka melakukan orasi secara bergantian. Masa bergerak dari alun-alun pemalang yang persis di depan Masjid Agung Pemalang menuju ke jalan jenderal Sudirman Pemalang, menuju jalan Pemuda, jalan sindoro dan berakhir kembali di alun-alun Pemalang.
Dalam orasinya, massa mengajak untuk memboikot produk-produk amerika termasuk di dalamnya menghentikan penggunaan you tube selama tujuh hari, hal ini sebagai tanda boikot karena situs ini tidak menghapus tayangan film terlaknat tersebut di lamannya.
“Kita boikot google dan youtube agar rating mereka turun sehingga memengaruhi saham mereka,”ungkapnya karena aksi ini sudah dilakukan serentak secara global.
Massa juga sempat menginjak-injak dan membakar bendera Amerika. Perlambang kemarahan karena Amerika seolah melindungi pembuat film tersebut yang juga kewarganegaraan amerika serikat.
Ketua DPD PKS Pemalang, Ikmaludin Aziz SPd dalam pernyataan sikapnya mengungkapkan bahwa pelecehan terhadap Muhammad SAW telah terjadi berulangkali, hal ini menunjukan kebencian dan sikap fanatic buta beberapa pihak yang berada di belakangnya dan adanya kebodohan serta sikap melampau batas dari orang mengizinkannya. Satu miliar umat islam tidak bisa mentolerir pelecehan yang dialamatkan kepada seorang manusia suci yang rela mereka tebus dengan harta yang paling mahal sekalipun, tidak ada seorangpun yang bisa membatasi perasaan marahnya.
“Kami menolak dengan pelecehan terhadap Rasulullah SAW begitu juga dengan semua nabi dan rosul. Kami sangat mengutuk kejahatan ini dan menuntut supaya hukum diberlakukan kepada orang yang telah berani melecehkan kesucian sebuah agama,”tegasnya.
Tindakan ini menurutnya telah menambah kebencian kaum muslimin kepada Barat pada umumnya dan amaerika pada khususnya, karena telah berani melecehkan kesucian agama islam.
“Kami juga menuntut agar pelakunya segera ditangkap dan diadili,”ungkapnya.
Lebih lanjut, sikap melampau batas dan pelecehan terhadap symbol agama tidak termasuk dalam kategori kebebasan berpendapat dan berpikir tetapi merupakan kejahatan dan penghinaan terhadap kesucian agama.
Dia juga mengungkapkan bahwa PKS menolak kekerasan dan pertumbahan darah yang timbul akibat pelecehan yang dilakukan beberapa orang terhadap nabi Muhammad SAW disamping sikap masa bodoh beberapa negara yang tidak mau bertindak tegas dalam hal ini sampai ada reaksi dunia islam.
“Seharusnya Negara-negara itu bertindak tegas menghukum pelakunya, apalagi persiapan untuk film yang melecehkan islam ini sudah didengar dan diketahui oleh sebagian Negara, sungguh mencegah lebih baik daripada mengobati,”tegasnya.
Rabu, 5 September 2012 17:49
*PKS Mendaftar di KPUD Kabupaten Pemalang
Ketua KPUD Pemalang, HM Arief Efendi S Sos saat menerima rombongan PKS ini mengungkapkan, bahwa kedatangan PKS ini pas sekali karena sebelumnya KPUD mendapatkan petunjuk teknis baru paska putusan Mahkamah konstitusi. Yaitu tentang pendaftaran yang semula di daerah tidak perlu lagi, karena sudah dilakukan di pusat, di daerah hanya melengkapi persyaratan berupa Kartu Tanda Anggota (KTA) partai.
Selain itu, ada perpanjangan jadwal untuk partai-partai melengkapi persyarataan dan juga jadwal verifikasi. Dia juga mengungkapkan, bahwa setelah PKS menjadi partai parlemen pertama yang mendaftarkan diri di KPUD Pemalang.
“PKS jadi partai parlemen pertama yang mendaftar, dan pendaftar kedua setelah nasdem yang partai baru,”ungkapnya.
Dia berujar bahwa partai-partai lain sifatnya baru konsultasi, ada pula yang hendak mendaftar tapi persyaratannya belum lengkap sehingga akhirnya hanya konsultasi. Ditanya terkait berapa partai yang sudah melakukan konsultasi dia berujar antaralain Gerindra, PKPI, PBB, PKB, PDS, PAN, GOKLAR dan PDI-P. Untuk mendaftar partai-partai tersebut harus melengkapi persyaratan KTA minimal 1000.
“Untuk kabupaten yang jumlah penduduknya lebih dari sejuta minimal 1000,”ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua DPD PKS Pemalang, Ikmaludin Aziz SPd mengungkapkan, bahwa PKS siap mengikuti setiap aturan yang ada. Dia bersyukur karena PKS menjadi partai parlemen pertama yang mendaftar di KPU dan dinyatakan memenuhi syarat.
“Ini membuktikan bahwa PKS serius untuk menghadapi pemilu, dalam waktu yang singkat kami bisa memenuhi aturan untuk mengumpulkan minimal 1000 KTA, PKS telah serahkan 1200 KTA sesuai dateline maksimal tanggal 7 sepetember,”ungkapnya.
Dengan adanya pengunduran jadwal dari KPUD, PKS menurut dia akan memanfaatkan pengunduran waktu tersebut untuk mengumpulkan KTA lebih banyak lagi.
“Selain itu waktu yang ada bisa dimanfaatkan untuk konsolidasi,”imbuhnya.
Ditanya mengapa tidak membawa serta massa? Ikmal mengungkapkan, bahwa tidak perlu ada pengerahan massa dalam penyerahan berkas karena PKS sudah cukup dikenal oleh banyak kalangan.
”Sehingga kami gak perlu show of force-lah, cukup pengurus harian yang serahkan berkas,”pungkasnya.(humas PKS)



