HNW dan pembiawara
PKS PEMALANG - Saat melakukan
reses di wilayah Sukoharjo, Dr. Hidayat Nur Wahid yang merupakan Aleg
DPRRI Jawa Tengah ini mewisuda Lulusan Pasinaon Pambiawara atau MC
berbahasa Jawa, Kamis (15/11).
Dalam kesempatan tersebut Hidayat Nurwahid memberikan apresiasi yang
besar kepada DPD PKS Sukoharjo yang telah melakukan hal yang istimewa,
yakni melestarikan kebudayaan jawa.
“Kepada DPD PKS Sukoharjo, jangan berhenti dalam mengadakan kegiatan
semacam ini, karena para pambiawara (MC Berbahasa Jawa-red) ini bisa
untuk menjawab tantangan dakwah di masa sekarang dan yang akan
datang,”kata Hidayat dalam sambutannya.
Acara wisuda disaksikan oleh seluruh tamu undangan dari masyarakat
Sukoharjo dan perwakilan dari budayawan Surakarta dari Sanggar Pasinaon
Pambiawara Kraton Surakarta. Hadir pula dalam acara ini Pengurus
Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (PERMADANI) dan
Pengajar Pambiawara yang sengaja diundang untuk menyaksikan acara wisuda
ini. Mas Ngabehi Projo Supahar sebagai pengajar, menyampaikan generasi
muda harus mau belajar budaya jawa agar tidak kalah dengan budaya asing
(murih mboten kesilep kaliyan kebudayan manca).
Ketua Panitia Supriyanto,S.E menyampaikan bahwa maksud diadakannya
Pasinaon Pambiawara adalah dalam rangka Nguri-uri Budaya Jawa
(melestarikan budaya jawa) di kalangan generasi muda. Karena antusias
calon peserta semakin banyak, maka Pasinaon Pambiwara akan dilanjutkan
dengan dibuka tahap II demikian yang disampaikan oleh Supriyanto.
Reporter
: Sri Widodo
Redaktur
: Dwi Purnawan
Sumber:
PKS Jateng Online

Konsolidasi internal pemilu
Bergas, PKS Jateng Online – Momentum Peringatan hari Sumpah Pemuda ke-84 dijadikan Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kab. Semarang untuk sekaligus melantik sebanyak 216 pengurus Dewan Pengurus Ranting (DPRa) PKS tingkat desa se-Kab. Semarang di Lapangan Bergas, Ahad (28/10).
Dalam pelantikan tersebut, segenap jajaran pengurus PKS tingkat Kabupaten dan 19 Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKS tingkat Kecamatan turut serta dalam acara pelantikan yang bertepatan dengan Apel Siaga Pemenangan Pemilu 2014. Selan jajaran pengurus, pelantikan ini dihadiri juga oleh para Anggota Legislatif (aleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kab. Semarang, Dra. Husni Anisah dan Agus Warsito, S.E.
“Pemenangan pemilu 2014 merupakan kemenangan Dakwah. Hal ini perlu disiapkan dengan sungguh-sungguh, mulai dari pengokohan struktur. Ketua DPRa PKS adalah pucuk pimpinan PKS di tingkat desa, strategi pemenangan mutlak dirancang dari sekarang,” terang Joko Widodo, Ketua DPD PKS Kabupaten Semarang, saat menyampaikan sambutannya.
Lebih lanjut dalam pidato pemenangan, Ketua DPD PKS Jawa Tengah menyampaikan perlunya koordinasi untuk pemenangan Pemilu 2014.
“Pengaturan dan konsolidasi PKS harus selalu dilakukan dalam rangka upaya persiapan pemenangan pemilu 2014. Lakukan koordinasi antar ranting PKS. Laksanakan program yang bermanfaat dan dibutuhkan serta solusi permasalahan masyarakat setempat, sesuai kemampuan masing-masing. Termasuk melakukan advokasi dan pelayanan kepada masyarakat. Banyaklah beraktivitas, bekerja-bekerja dan bekerja,” kata Abdul Fikri Faqih, Ketua DPW PKS Jawa Tengah.
Reporter : Muhamad Sugiharto/Humas PKS Kabupaten Semarang
Redaktur : Dwi Purnawan

Foto bersama 1000 Khatib
SEMARANG, suaramerdeka.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng semakin mengokohkan diri sebagai partai dakwah. Menyambut datangnya Idul Adha 1433 H, PKS menerjunkan setidaknya 1.000 kadernya sebagai Khatib. Mereka akan menjadi Khatib Sholat Idul Adha, pada hari Jumat (26/10) besok.
"Program 1.000 Khatib ini adalah program bidang kaderisasi. Tujuannya untuk menguatkan kiprah Partai dakwah ini dalam konteks keummatan," ungkap Ketua Bidang Kaderisasi DPW PKS Jateng Ustadz Jasmin, Rabu (24/10).
Pelepasan 1.000 Khatib sendiri, dilakukan langsung oleh Ketua DPW PKS Jateng, H A.Fikri Faqih, di Desa Gemawang, Jambu, Kabupaten Semarang. Selain Fikri Faqih, sejumlah pengurus teras DPW PKS juga hadir dalam pelepasan tersebut.
“Program 1000 Khatib ini mempunyai fungsi utama untuk mengokohkan bahwa PKS adalah Partai dakwah yang senantiasa concern dengan agenda dakwah dan keummatan,” tambah Jasiman yang pada kesempatan kali ini akan bertugas sebagai khatib di kawasan Puspan, Blulukan, Colomadu, Solo.
Dipaparkan pula program 1000 khatib yang akan diperuntukkan untuk Khutbah Sholat Idul Adha tersebut juga sebagai momentum bagi kader PKS untuk dapat lebih banyak berkomunikasi dengan masyarakat. Sementara itu, Abdul Fikri Faqih, Ketua DPW PKS Jateng dalam sambutannya menyatakan, sekarang perlu bagi kader PKS untuk mengidentifikasi peran konkritnya dalam konteks dakwah dan keummatan.
“Menjadi khatib memang sebuah hal yang biasa bagi kader PKS. Namun demikian setiap kader perlu untuk lebih mengidentifikasi peranannya dalam masyarakat. Dan dalam hal ini menjadi khatib adalah momentum untuk menguatkan citra Partai,” jelas Fikri yang juga merupakan wakil ketua DPRD Jateng itu.
Selain program 1000 khatib, PKS Jateng juga mempersiapkan 750 ekor sapi untuk dikurbankan. Hewan Qurban sebanyak itu rencananya akan disembelih secara serentak di masing-masing struktur PKS se-Jateng mulai tingkat provinsi (DPW) sampai tingkat kecamatan (DPC) pada Sabtu (27/10). Dagingnya akan dibagikan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
"Kami juga akan menerjunkan langsung ribuan kader untuk membagi daging hewan kurban kepada masyarakat. Dengan cara itu, kita yakin akan lebih efektif. Masyarakat tidak perlu berebut daging qurban,"tukas Fikri Faqih.
PEMALANG - Kuatkan
pembinaan dan kesolidan internal kadernya, Partai Keadilan Sejahtera (PKS)
mewisuda siswa sekolah pembina, Minggu (14/10) kemarin di Aula SLB Pemalang.
Layaknya sebuah wisuda, para wisudawan
mengenakan jas hitam berkopiah sedangkan yang putri mengenakan seragam
putih-putih. Wisudawan yang berjumlah 13 orang dan wisudawati yang
berjumlah 21 orang ini, masing-masing mendapatkan sertifikat membina dari
bidang kaderisasi.
Ketua Bidang Kaderisasi DPD PKS
Pemalang, Suwarso mengungkapkan sekolah yang telah berlangsung selama empat
bulan ini menjadi sarana meningkatkan kapasitas kader dalam menangani
proses-proses pembinaan.
Sekolah ini digagas agar para kader
lebih intens dalam melakukan proses pembinaan terutama para kader yang sudah
terekrut. Para wisudawan yang diwisuda ini
telah mengikuti satu paket pendidikan secara khusus.
“Mereka telah melalui proses penilaian,
setelah dinyatakan kelulusanya mereka mendapatkan sertifikat sebagai seorang
Pembina,”ujarnya.
Selama empat bulan berjalannya sekolah
ini, para wisudawan dikuatkan pada sisi teori-teori dasar pembinaan dan juga
teknik-teknik pengajaran.
“Lingkup materinya meliputi teori
dasar pembinaan dan micro teaching,”ungkapnya.
Tidak hanya penyampaian materi semata,
dalam kurikulum sekolah ini juga meliputi penugasan-penugasan. Dengan wisuda
ini, dia berharap akan tersedia pembina baru sesuai kebutuhan dakwah PKS di
Kabupaten Pemalang.(him)
PKS Nongsa - Ketua Bidang Humas DPP PKS Mardani Ali Sera
mengatakan gerakan "Kabeh Dadi Humas" merupakan terobosan jitu. Selama
ini banyak kegiatan yang dilakukan oleh kader PKS namun tidak
dipublikasikan.
"Gerakan "Kabeh Dadi Humas" adalah terobosan jitu. Selama ini PKS hanya
mengedepankan kerja keras tapi tidak diekspose ke media," ujar Mardani
usai peluncuran gerakan "Kabeh Dadi Humas" DPW PKS Jawa Tengah di Gedung
LPMP Srondol, Sabtu (13/10/2012).
Menurutnya Partai Keadilan Sejahtera mencoba mengubah paradigma.
"Paradigma ini coba kita ubah, bekerja tetap ikhlas tetapi juga boleh
diketahui masyarakat, asal tidak semata-mata untuk pencitraan," katanya.
Dia mengatakan dengan memanfaatkan dunia maya, segala kegiatan PKS akan
terkomunikasikan kepada masyarakat luas. Terutama kaum perkotaan yang
melek internet, intelektual dan para remaja yang merupakan pemilih
pemula.
Pemilih pemula ini mendapat perhatian besar karena jumlahnya sekitar 30
juta pada Pilpres 2014. Seluruhnya adalah massa mengambang yang belum
menentukan pilihan dengan karakter independen, tidak mudah terpengerahuh
dan cerdas. "Sedangkan pengguna internet di Indonesia saat ini 60 juta
jiwa dan tahun 2014 akan mencapai 100 juta. Ini pasar yang besar," kata
Mardani.
Untuk memastikan kadernya mampu merebut pasar itu, PKS pun menggenjot
pelatihan internet dan komunikasi visual. Sebanyak 1200 kader utama di
26 provinsi telah mendapatkan pelatihan media internet termasuk
fotografi dan videografi.
"Dilanjutkan dengan pelatihan tahap dua tentang pemanfaatan social media
seperti Twitter dan Facebook," kata Anggota Fraksi PKS DPR RI Komisi
VII itu.
Pencanangan gerakan ini ditandai dengan penyematan pin oleh Mardani
kepada beberapa kader. Dilanjutkan pemutaran lagu dan video klip Kabeh
Dadi Humas yang diproduksi DPW PKS Jateng. Usai pencanangan, dilanjutkan
dengan pelatihan optimalisasi web dan media sosial yang diikuti 81
kader PKS se-Jateng.
 |
| Penyematan pin "Kabeh Dadi Humas" oleh Humas DPP PKS Mardani Ali Sera |
Ketua Bidang Humas DPW PKS Jateng Agung Setia Bakti melanjutkan, "Kabeh
Dadi Humas" merupakan gerakan kultura untuk menjadikan semua kader dan
simpatisan PKS sebagai ujung tombok promosi partai. Dengan 50 ribu lebih
kader militan, PKS Jateng optimis akan meraup 1.814.880 suara pada
Pileg Pilpres 2014. Angka itu naik hampir dua kali lipat dari 2009 yang
sebesar 1.076.033.
Selain dituntut berperilaku baik di masyarakat, para kader juga harus
aktif di berbagai situs jejaring sosial. Pilgub Jateng 2013 merupakan
tes perdana keberhasilan program ini dalam meraih dukungan masyarakat.
"Pilgub adalah tes case, melalui keaktifan di Twitter dan Facebook, kami
berharap mendapat masukan tentang segala persoalan Jawa Tengah,"
katanya.
PEMALANG – Menjadi muslim jangan
egois barangkali itu yang menjadi ikhtisar dari tausiyah yang dibawakan oleh KH
Sidqqon Hafids Abidin dalam acara halal bi halal d an silaturahmi kader dan simpatisam PKS , beberapa waktu lalu di
Aula SLB Pemalang.
Dia mengutip dari apa yang
disampaikan oleh Imam Abu Hanifah, Sang Imam menurutnya telah menghabiskan
waktu 10 tahun untuk mengamati dan
mengkaji Kitab suci Al Quran. Dari pengkajiannya itu dia kemudian berujar
kepada para santrinya.
“Wahai santri-santriku 10 tahun sudah aku belajar dan mengamati Al Quran, Ku temukan satu
ayat menceritakan habluminallah selintas kemudian disusul 10 ayat tentang
habluminanas,”ujarnya
Sang Imam pun berujar bahwa dirinya
mendapatkan hikmah besar yang terkandung didalamnya yaitu kasih saying dan kepedulian harus lebih banyak dikembangkan dan
diaplikasikan ditengah kehidupan.
“Kasih saying dan kepedulian harus
banyak diaplikasikan ditengah kehidupan,”ujar kiai yang berencana mendirikan
panti pengentasan psikotik dan narkoba ini.
Kiai Sidqon juga menyadur sebuah
hadits nabi. Pernah dalam satu ketika Rasulullah SAW pernah bertanya kepada
para sahabat ra, Tahukah kamu orang yang bangkrut itu? Para sahabatpun berkata,
Ya Rasulullah orang yang bangkrut itu oramg yang tidak punya duit, tidak
punya dirham apalagi dinar.
Tapi Rasulullah ternyata
menyanggahnya dan bersabda orang yang bangkrut adalah orang yang menghadap Allah
SWT dengan membawa amal puasa, zakat dan sodaqohnya akan tetapi amal-amal itu hilang.
“ Allah lipat amal ibadah orang itu
seperti sepotong kayu yang buruk, diambil orang-orang yang disakitinya,”ungkapnya.
Malang nian nasib orang tidak punya
kepedulian dan orang yang suka meyakiti orang lain.
Saat ini menurutnya sudah saatnya
untuk menggiatkan amal-amal kepedulian. Bagaimana cara untuk membangkitkan
semangat kepedulian. Tiga amal kepedulian itu antaralain menyambung silaturahim
kepada saudara yang memutuskan.
“menyambung silaturahim kepada orang
yang sama-sama baik itu gampang, tetapi menyambung silaturahim kepada yang
memutus hubungan dengan kita itu sulit,”ungkapnya.
Yang kedua menurut dia, memberi kepada
orang yang tidak pernah memberi kepada kita.
“Tetangga ada tasyakuran tetapi kita
tidak diberi, tetapi saat kita ada tasyakuran tetangga yang tidak memberi kepada
kita, itu baru luar biasa,”ujarnya,
Dan yang terakhir, memaafkan kepada
orang yang menyakiti kita.
“Maaf kepada orang baik dan sholeh gampang,
tetapi kepada orang menyakiti kita sudah banget,”ujarnya.
Dengan tiga amal kepedulian itu
menurutnya rahmat Allah Swt akan turun kepada kita.
Menakhiri tausiyahnya dia
mengingatkan, Jikalau melukai tubuh masih bisa sembuh, tetapi jika lidah melukai
hati mau dicari dimana obat dicari.(him)
sumber : Radartegal.com

Semarang, PKS Jateng Online
– Sulistiyono, warga Rembang yang merantau ke Cikampek ini akhirnya
merasa lega setelah perjalanan jauh dari Cikampek sudah sampai di
wilayah Jawa Tengah. Apalagi ketika dia, istri dan anaknya itu
berkesempatan beristirahat di Posko Mudik PKS Kota Semarang di daerah
Tugurejo, Kota Semarang. Pemudik yang sejak hari kamis kemarin memacu
kendaraan roda duanya dari Cikampek menuju ke Rembang ini akhirnya
beristirahat sejenak di posko Mudik PKS Kota Semarang.
“Saya mudik sejak
semalam, kurang lebih jam 7 malam, rencana mau ke Rembang tapi mampir ke
rumah saudara dulu di Pati”,papar Sulistiyo saat ditanya tim Humas PKS
Jateng, Jumat (17/08).
Setelah mengisi buku
tamu dan meminum teh kotak suguhan dari penjaga posko mudik PKS Kota
Semarang, Sulis yang mudik bersama istri dan anaknya yang masih berusia
balita ini melanjutkan percakapannya dengan tim humas.
“aman mas saat berada
di posko mudik PKS, apalagi disini fasilitasnya lumayan lengkap, jadi
memudahkan para pemudik seperti kami”, lanjut Sulistiyo sambil istirahat
di tikar posko mudik PKS.
Memang, posko mudik
PKS Kota Semarang ini lumayan lengkap untuk melayani para pemudik yang
diprediksi malam ini adalah puncak arus mudik yang melewati jalur
Pantura barat Jawa Tengah. Selain ada ambulan gratis, fasilitas tikar,
timbangan, televisi, minuman, makanan buka dan sahur, juga disediakan
beberapa fasilitas lainnya seperti obat – obatan untuk keperluan medis.
“selain itu kami juga
menyediakan dokter dan tukang pijat apabila dibutuhkan oleh pemudik”,
terang puji hastuti, salah satu penjaga posko Mudik PKS.
Sampai hari ketiga
beroperasinya posko mudik PKS Kota Semarang, tercatat sudah puluhan
pemudik yang mampir, entah itu sekedar istirahat atau memanfaatkan
fasilitas – fasilitas yang tersedia. (AJ/humas)
Sumber:
PKS Jateng Online
( Abu Jundullah )
Selama satu hari penuh, Ahad (29/7) H.M. Anis Matta, Lc (wakil ketua DPR RI–Sekjen DPP PKS) melakukan kunjungan kepada masyarakat Surakarta. Kedatangan HM. Anis Matta, Lc ini adalah bagian rangkaian safari Ramadhan beliau di beberapa Kota di Indonesia.
Sejak siang setelah dzuhur, mengadakan pertemuan dengan ketua DPD se-eks Karesidenan Surakarta di Hotel Sunan. Dilanjutkan dengan memberikan ceramah akbar sebagai dukungan politik terhadap pencalonan Ir. Rohadi Widodo sebagai calon bupati karanganyar yang akan bertarung pada pemilukada tahun depan. Deklarasi dukungan terhadap pencalonan politisi PKS sebagai calon bupati Karanganyar dilaksanakan di Gedung Wanita Karanganyar dan dihadiri ribuan kader dan simpatisan kabupaten Karanganyar.
Selesai agenda di Karanganyar, dilanjutkan dengan agenda silaturahim tokoh Surakarta dan buka bersama di Hotel Kusuma Sahid Prince. Acara ini mengundang tokoh dari perwakilan masyarakat yang ada di Kota Surakarta. Setelah acara tersebut, pada malam hari Anis Matta memberikan ceramah kepada jamaah sholat Isya dan Tarawih di Masjid Agung Surakarta. Dalam ceramah yang disampaikan Anis Matta menyampaikan keutamaan silaturahmi untuk memperpanjang usia manusia. Setelah sholat tarawih usai, dilanjutkan sarasehan dengan takmir Masjid Agung Surakarta.
PKSPemalang - Dukungan terhadap pasangan cagub-cawagub Hidayat Nur Wahid-Didik Junaedi Rachbini terus mengalir. Paguyuban warga Jawa-Madura yang ada di Jakarta di antaranya Paguyuban Supir Trailer Jakarta Utara, Paguyuban Sampang Madura, Ikatan keluarga Gunung Kidul Yogyakarta, Komunitas Arema Malang, Paguyuban Setia Ki Manteb Sudarsono, Paguyuban Wong Ngawi-Klaten di Slipi (Ngawitani) dan Paguyuban Jumapolo Karang anyar Jawa Tengah pun turut serta memberikan dukungan kepada pasangan cagub yang disokong PKS ini.
Tak mau tertinggal antusiasme dukungan juga muncul dari Klaten yang notabane-nya merupakan tempat kelahiran serta kampung halaman Cagub DKI Hidayat Nur Wahid. Dari Klaten dukungan kepada Hidayat Nur Wahid dikoordinir oleh DPD PKS Klaten. Langkah yang dilakukan DPD PKS Klaten dalam rangka pemenangan Cagub yang diusung PKS ini yakni dengan membentuk Posko Pemenangan Hidayat-Didik. Posko pemenangan Hidayat -Didik ini dibentuk di 26 Kecamatan secara merata.
Saat ditanya kemarin Yudi B Prabawa selaku ketua DPD PKS Klaten menuturkan Masyarakat Klaten memilki kedekatan yang khusus serta kepentingan yang besar terhadap kemenangan Hidayat-Didik. Cagub DKI Hidayat Nurwahid merupakan cagub yang berasal dari Klaten sekaligus merupakan Anggota DPR RI dari Dapil 5 Jateng meliputi Klaten, Boyolali, Solo dan Sukoharjo. Dengan demikian sangatlah wajar apabila Masyarakat Klaten mendukung penuh Hidayat-Didik. Salah satu program yang digulirkan dalam Posko tersebut adalah Program Sapa Keluarga yaitu mengajak masyarakat Klaten yg memiliki keluarga maupun saudara, teman, rekan, kolega dan seterusnya di Jakarta untuk menghubungi dan mengajak mereka untuk mendukung serta memilih pasangan No.4 Hidayat-Didik. Posko Pemenangan Hidayat-Didik ini dalam kegiatannya melakukan sosialisasi program tersebut kepada berbagai lapisan masyarakat disekitarnya tegasnya di sela-sela rapat harian DPD PKS Klaten.
Posko Pemenangan Hidayat-Didik ini didirikan mulai 20 Mei 2012 sampai masa pemungutan suara berlangsung. Dengan pembentukan posko-posko ini PKS Klaten yakin dapat membantu pemenangan Cagub no 4 Hidayat – Didik dalam Pilkada DKI dalam satu putaran.[PKSJateng/An]

SEMARANG – DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng, melakukan
penjaringan bakal calon gubernur yang akan diusung pada pemilihan kepala daerah (pilkada) atau
Pemilihan Gubernur (pilgub) Jateng 2013.
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu dan Pikada DPW PKS Jateng, Hadi Santoso, mengatakan
sejumlah nama yang sudah muncul dalam penjaringan di antaranya Bibit Waluyo, Wakil Gubernur
(Wagub) Jateng, Rustriningsih, Sekda Pemprov Jateng, Hadi Prabowo, politisi PDIP asal Jateng
Tjahjo Kumolo, Ketua PGRI Pusat Sulistiyo, serta Ketua Kadin Jateng, Kukrit Suryo Wicaksono
Menurut dia, tim penjaringan bakal calon gubernur sudah mulai bekerja menginventarisasi nama
calon yang berkembang di internal kader sekaligus menyelidiki rekam jejaknya. ”Saat ini nama
sejumlah tokoh itu sudah beredar dan layak diajukan sebagai calon gubernur (Cagub) dari PKS,”
ujarnya di Semarang, Minggu (22/4/2012).
Tim penjaringan adalah gabungan dari DPP dan DPW antara lain, Ketua Umum DPW PKS Jateng,
Fikri Faqih, Ketua DPP PKS Wilayah Daerah (Wilda) Jateng, Jatim, DIY, Zuber Safawi, staf Wilda
Listiyo, Nugroho, Hadi Santoso, dan Ketua Bidang Kebijakan Publik Hasman Budiadi. “Nama-nama
itu sifatnya masih sementara, kemungkinan bisa bertambah. Kami masih menunggu aspirasi dari
daerah,” tandas Hadi.
Nama-nama kandidat bakal calon gubernur ini, sambung ia, akan dibahas dalam Rapat
Koordinator Wilayah (Rakorwil) DPW PKS Jateng yang digelar di empat zona yakni Pemalang (21/4)
untuk zona daerah pemilihan (dapil) 9 dan 10, Purbalingga (22/4) untuk dapil 6,7 dan 8,
Karanganyar (29/4) untuk dapil 4 dan 5, dan Demak (6/5) untuk Dapil 1,2 dan 3. ”Hasilnya kami
olah dan konsultasikan ke DPP untuk diputuskan nama Cagub yang akan diusung pada Pilgub
2013,” kata politisi asal Wonogiri ini.
Sumber: www.solopos.com
PKS PEMALANG-Saat PKS
kini dicaci, bukan sebuah masalah. Semua keputusan ini adalah hasil musyawarah sehingga
dalam koalisi tetapi menolak kenaikan bbm. Diakui atau tidak kebijakan ini yang dijalankan saat ini.
Dengan kebijakan ini 20 juta penduduk miskin
tidak mengalami kesulitan lebih jauh lagi. Oleh karenanya, kita syukuri semoga terselamatkan dari doanya dhuafa yang
bisa memberi bala dan malapetaka kepada kita manakala mereka didholimi, padahal
kemenangan dan pertolongan dari Allah saat kita menolong dhuafa itu. Hal ini
disampaikan ketua DPW PKS Jawa tengah Drs H Abdullah Fikri Faqih MM dalam
agenda pembukaan Rakorwil Daerah Dakwah 9 dan 10 di Regina Hotel, Sabtu (22/4) lalu.
Menurutnya walaupun PKS dicaci maki dibilang tidak beretika
yang penting PKS menyelamatkan masyarakat
itu.
“Dengan alasan apapun kenaikan harga BBM akan memberatkan
mereka dan belum tentu kita bisa mengatasinya daripada APBN yang jebol, padahal ada jalan
keluar lain dengan efesiensi,”ungkapnya.
PKS menyadari seringkali dinamika politik yang terjadi penggasnya tidak hanya dari partainya.
“Kita Istiqomah, kasus Century, mafia pajak memang
kadang-kadang yang mengganggas ditengah
jalan membelok sedang PKS tidak mau belok,”tandasnya.
Saat kebijakan itu berefek pada mentri yang dicopot
menurutnya itu bukan sebuah perkara yang besar. PKS menilai itu hanya kepentingan
sesaat.
“Menteri dicopot kita biasa saja, saat dicopot lagi
biasa-biasa saja, karena semua hasil musyawarah,”tandasnya.
Lebih lanjut mantan anggota DPRD Kabupaten Tegal ini, PKS dalam
mensikapi tengah mensikapi UU Pemilu, menurutnya dalam penggodokan Undang-undang ini PKS dan PDI-Perjuangan
kalah dengan partai-partai lain yang memilih opsi terbuka.
“Kita usulkan tertutup agar partai bisa mengatur dan membina
kadernya. Tetapi kekalahan ini kita terima,”ujarnya.
Resikonya PKS harus membuka diri. Dirinya mempersilahkan kepada
siapa saja jika ada dari partai lain yang ingin meminang PKS untuk berjuang
bersama didalamnya.
“PKS ini partai kader yang kepengurusannya ukurannya dari bidang
kaderisasi dengan adanya training-training yang harus dilalui. Tetapi pada
masa-masa ini kita membuka bagi yang baru kenal pks pun Ahlan Wa Sahlan Fi
Sudurikum,”ungkapnya.
PKS harus terus Bekerja, menurut dia tidak perlu PKS ini mengikuti hiruk-pikuk
politik dan media yang kadang kala menyesakan batin. Dia menambahkan komitmen
PKS adalah dinilai baik ataupun buruk PKS tetap bekerja.
“Kita dinilai baik atau tidak kita tetap bekerja. Kalau dulu
kita gencar bakti sosial kalau pun sekarang mulai layu, sekarang saatnya kembali mengelola bakti sosial
sebanyak-banyaknya,”ungkapnya.
Komitmen teru bekerja ini termasuk di dalamnya bekerja untuk
public. Pemerintah daerah menurutnya ada
legislative dan eksetuif. Kalaupun PKS Pemalang
dahulu tidak mendukung, tetapi menurutnya saat ini Bupati telah menjadi milik
bersmaa.
“PKS tidak boleh Stag, spiritnya adalah bekerja bersama
membangun pemerintahan, karena legilsatif dan eksekutif tidak bisa bekerja
sendiri-sendiri,”ungkapnya.
PKS kini pun tengah membangun spirit Kebhinekaan, menurutnya kita datang ke Nahdatul
Ulama dan muhammadiyah dan penilaiannya sama PKS itu terlalu jaga image (JAIM).
“PKS terlalu Jaim, PKS ditunggu gak datang-datang, tidak
mungkin membangun peradaban kebaikan sendirian. tidak bisa!. Semangat untuk bersama bhineka
itu tabiat masyarakat kita, Kebhinekaan adalah niscaya, wa’ta’simu bihablillah
jami’a,”ungkapnya.
Bupati Pemalang, H Junaedi SH MM dalam kesempatan tersebut
juga memberikan sambutan. Dalam kesempatan tersebut dirinya menyampaikan bahwa
rakorwil memiliki peranan yang penting bagi masa depan partai karena terkait
dengan kebijakan partai kedepan khususnya dalam rangka menyikapi dinamika
politik baik tingkat nasional, regional maupun local.
“Saya yakin sebagai partai dakwah PKS akan senantiasa
menyikapi setiap dinamika yang ada dengan niat yang suci yaitu ber’amar ma’ruf
nahi mungkar,”ungkapnya.
Bupati mengajak kepada keluarga besar PKS Kabupaten Pemalang
agar meningkatkan peran aktifnya dalam pembangunan daerah.
“Idei-ide brilian dari para kader PKS kami memberikan
apresiasi, kita tidak alergi dengan kritik-kritik dari kader partai terkhusus
pula dari PKS. Kritik itu saya yakin agar kabupaten pemalang dapat maju, saya yakin
kader PKS adalah kader militant dalam membangun bangsa dan Negara ini,”(humas)
PKSPemalang - Usai ditetapkannya UU Pemilu yang akhirnya akan menggunakan kembali sistem proporsional terbuka, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jateng mulai mengatur strategi. Salah satunya dengan melakukan pencalegan dini.
Ketua PKS Jateng Fikri Faqih kepada wartawan, Minggu (22/4) mengatakan, dalam sistem proporsional terbuka, faktor individual menjadi sangat tinggi. Sistem ini menetapkan perolehan kursi ditentukan berdasarkan suara caleg terbanyak, sehingga cenderung mengarahkan masyarakat untuk memilih caleg daripada partainya. Karena itu, menentukan caleg yang berkualitas menjadi penting.
“Namun modal kualitas pun tidak cukup. Caleg juga harus punya cukup waktu untuk menyosialisasikan diri ke masyarakat. Karenanya jauh-jauh hari sebelum Pemilu caleg PKS akan direkrut dan diwajibkan menyosialisasikan diri di daerah pilihannya,” jelas Fikri.
Oleh karena itu pihaknya mulai menjaring caleg-caleg yang berkualitas untuk dimajukan ke parlemen. “Kita akan kumpulkan dan seleksi datanya dari daerah-daerah dan dikaji lebih lanjut. Individu-individu yang memenuhi syarat dan kualitas akan ditawarkan untuk menjadi caleg PKS pada Pemilu 2014 mendatang,” tandas politisi kelahiran Tegal tersebut.
PKS Jateng juga akan menjaring caleg yang berasal dari tokoh masyarakat yang saat ini masih berada di luar struktur partai. “Sebagai partai terbuka, kami siap mengajukan para tokoh masyarakat di luar struktur partai selama memenuhi syarat dan mengikuti kebijakan partai,” tegas Fikri.
Rencananya, momentum Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) yang diselenggarakan di empat zona nanti akan digunakan DPW PKS Jateng untuk menampung aspirasi yang berkembang dari daerah-daerah.
Rakorwil ini berlangsung di Pemalang (21/4) untuk zona Daerah Pilihan (Dapil) 9 dan 10, Purbalingga (22/4) untuk Dapil 6,7,8, Karanganyar (29/4) untuk Dapil 4 dan 5, serta Demak (6/5) untuk Dapil 1,2 dan 3.
"Selain untuk meminta masukan-masukan dari daerah, Rakorwil, juga akan mensosialisasikan kebijakan pemenangan Pemilu DPP dan DPW PKS di Jateng. Target kami masuk tiga besar di Jateng dengan perolehan suara 12 kursi DPR RI, 14 kursi DPRD Provinsi, dan 210 kursi DPRD tingkat kota/Kabupaten," cetus Fikri.
(
Andika Primasiwi , RED / CN26 / JBSM )
Sumber:
Suara Merdeka
PKSPEMALANG - Meski rata-rata berusia diatas 40 tahun, sebanyak 194 kader PKS se-Jawa tengah antusias mengikut Mukhoyyam Pandu Keadilan Lanjut atau biasa dikenal dengan Perkemahan PKS. Acara pembinaan fisik yang wajib diikuti oleh kader seluruh PKS ini diadakan di kaki gunung Muria kudus pada tanggal 11 - 13 Mei 2012, tepatnya di Bumi perkemahan Kajar kecamatan Dawe, kudus.
Yang menarik, turut menjadi peserta dalam agenda tersebut adalah Ustadz Zubeir Syafawi, anggota DPR-RI PKS dari Dapil Jawa Tengah 1. Meski usia beliau 2 bulan kedepan memasuki usia 50 tahun, namun justru keceriaan lah yang mengiringi keletihan beliau. Tampak juga peserta perkemahan tersebut adalah jajaran anggota dewan DPRD provinsi dari PKS yakni, ustadz Mahmud Mahfudz, Agus Abdul Latif SE (Komisi C), Madi Maulana Spd (Komisi B), Sri Praptono S.Sos, MM (Sekretaris Fraksi PKS, Komisi D), Listyo Nugroho, SE (Komisi C), Wahid Ahmadi, SE (Komisi E), dan juga dari Dapil Jateng 2 sendiri ustadz Kamal Fauzi (Komisi D).
Acara dimulai sejak kedatangan peserta pada jumat pagi tanggal 11 Mei 2012, dengan agenda pertama adalah pembukaan dilanjutkan dengan senam dan longmarch menyusuri lereng gunung muria. Sesampai di kaki gunung, selepas makan pada sore hari, peserta memasuki agenda selanjutnya yang menantang, dikenal dengan agenda "survival", yakni peserta tidak diperkenankan membawa makanan/bahan makanan, dan juga tidak diberi makan oleh panitia, peserta hanya dipersilahkan membawa alat.
Peserta yang dibagi dalam 20 kelompok tersebut, selama 24 jam berusaha mempertahankan dirinya memenuhi kebutuhan makan sendiri, dengan sumber-sumber yang ada di alam. seperti tales, waluh, pohong, kakau, pisang dan lain lain. Sebagian besar mengolahnya dengan cara paling sederhana yakni dibakar.
Tidak ketinggalan dalam standar operasional prosedur mukhoyyam senantiasa ada penugasan bagi masing-masing peserta, yang meliputi ruhiyyah (keimanan) dan jasadiyyah (fisik), yakni selama mengikuti mukhoyyam setiap peserta wajib melakukan tilawah Al-qur'an sebanyak 1 juz perhari, dan menghapalkan sejumlah ayat yang ditugaskan. Selain itu setiap peserta juga ditugaskan melakukan push-up, pull-up dan sit-up sebanyak masing-masing 50 kali.
Ustadz Zubeir yang sempat diwawancarai terpisah saat agenda survival mengatakan bahwa kader PKS harus siap dengan segala kondisi, lapang maupun sempit, termasuk kondisi survive seperti sekarang ini. Beliau menjelaskan hikmah mukoyyam bagi kader usia lanjut "sebagai anggota partai harus terjadi amrun wa tho'atun - perintah dan ketaatan - meski berat muda dan tua semua harus dalam bingkai anggota jamaah yang taat. yang kedua kedisiplinan, yang mana kedisiplinan ternyata akan berhubungan dengan keselamatan diri kita dan orang lain." Beliau juga menambahkan "kebersamaan, mungkin dengan tantangan alam seperti ini kemampuan fisik kami terbatas, tapi dengan kebersamaan, entah bagaimana semua dapat teratasi bersama, semangat bersama. Selain itu juga sebagai ajang silaturrahim, pertemuan antar generasi, dan berbagi keceriaan di sela aktivitas, tidak melulu harus serius."
Sumber:
pks jateng online