PKSPemalang - Sabtu (9/6) merupakan hari yang
sangat bersejarah bagi para guru di Kab.Pemalang karena pada hari itu
adalah saat penanda tanganan kesepakatan bersama antara PGRI yang
merupakan induk organisasi guru dengan pihak Kepolisian Republik
Indonesia Resort Pemalang.
Dengan mengambil tempat di Hotel Regina
Petarukan acara di mulai pada pukul 10.00 WIB, di hadiri Ketua Pengurus
PGRI Kab.Pemalang Sugiyanto, SH.M.Si, Kapolres Pemalang AKBP Wawan Muliawan, SH.SiK.MH hadiri juga Ketua Pengurus PGRI Propinsi Jateng.
Dalam
kesepakatan yang di tanda tangani tersebut sebagai tindak lanjut dari
MoU antara Kapolri dgn PGRI Pusat, Kapolda Jateng dengan PGRI Jateng.
MoU antara pengurus PGRI tingkat Kabupaten/Kota dengan Kapolres ini
adalah yang pertama terjadi di Indonesia.
MoU ini disepakati dengan memperhatikan
Peraturan Perundang- undangan antara lain : UU Nomor 8 Tahun 1985, UU
Nomor 2 Tahun 2002, UU Nomor 20 Tahun 2003, UU Nomor 14 Tahun 2005 , PP
Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2008, PP Nomor 74 Tahun 2008, PP Nomor
42 Tahun 2009, Peraturan Kapolri Nomor 23 Tahun 2010.
MoU yang terdiri 15 Pasal tersebut
memberikan perlindungan hukum dari Polri kepada profesi guru dan tenaga
kependidikan. Hal ini bertujuan memberikan rasa tenang dan konsentrasi
guru dalam menjalankan profesinya.(Yp/009)
sumber : www.panturafm.com
PKSPemalang - Dukungan terhadap pasangan cagub-cawagub Hidayat Nur Wahid-Didik Junaedi Rachbini terus mengalir. Paguyuban warga Jawa-Madura yang ada di Jakarta di antaranya Paguyuban Supir Trailer Jakarta Utara, Paguyuban Sampang Madura, Ikatan keluarga Gunung Kidul Yogyakarta, Komunitas Arema Malang, Paguyuban Setia Ki Manteb Sudarsono, Paguyuban Wong Ngawi-Klaten di Slipi (Ngawitani) dan Paguyuban Jumapolo Karang anyar Jawa Tengah pun turut serta memberikan dukungan kepada pasangan cagub yang disokong PKS ini.
Tak mau tertinggal antusiasme dukungan juga muncul dari Klaten yang notabane-nya merupakan tempat kelahiran serta kampung halaman Cagub DKI Hidayat Nur Wahid. Dari Klaten dukungan kepada Hidayat Nur Wahid dikoordinir oleh DPD PKS Klaten. Langkah yang dilakukan DPD PKS Klaten dalam rangka pemenangan Cagub yang diusung PKS ini yakni dengan membentuk Posko Pemenangan Hidayat-Didik. Posko pemenangan Hidayat -Didik ini dibentuk di 26 Kecamatan secara merata.
Saat ditanya kemarin Yudi B Prabawa selaku ketua DPD PKS Klaten menuturkan Masyarakat Klaten memilki kedekatan yang khusus serta kepentingan yang besar terhadap kemenangan Hidayat-Didik. Cagub DKI Hidayat Nurwahid merupakan cagub yang berasal dari Klaten sekaligus merupakan Anggota DPR RI dari Dapil 5 Jateng meliputi Klaten, Boyolali, Solo dan Sukoharjo. Dengan demikian sangatlah wajar apabila Masyarakat Klaten mendukung penuh Hidayat-Didik. Salah satu program yang digulirkan dalam Posko tersebut adalah Program Sapa Keluarga yaitu mengajak masyarakat Klaten yg memiliki keluarga maupun saudara, teman, rekan, kolega dan seterusnya di Jakarta untuk menghubungi dan mengajak mereka untuk mendukung serta memilih pasangan No.4 Hidayat-Didik. Posko Pemenangan Hidayat-Didik ini dalam kegiatannya melakukan sosialisasi program tersebut kepada berbagai lapisan masyarakat disekitarnya tegasnya di sela-sela rapat harian DPD PKS Klaten.
Posko Pemenangan Hidayat-Didik ini didirikan mulai 20 Mei 2012 sampai masa pemungutan suara berlangsung. Dengan pembentukan posko-posko ini PKS Klaten yakin dapat membantu pemenangan Cagub no 4 Hidayat – Didik dalam Pilkada DKI dalam satu putaran.[PKSJateng/An]
Tak mau tertinggal antusiasme dukungan juga muncul dari Klaten yang notabane-nya merupakan tempat kelahiran serta kampung halaman Cagub DKI Hidayat Nur Wahid. Dari Klaten dukungan kepada Hidayat Nur Wahid dikoordinir oleh DPD PKS Klaten. Langkah yang dilakukan DPD PKS Klaten dalam rangka pemenangan Cagub yang diusung PKS ini yakni dengan membentuk Posko Pemenangan Hidayat-Didik. Posko pemenangan Hidayat -Didik ini dibentuk di 26 Kecamatan secara merata.
Saat ditanya kemarin Yudi B Prabawa selaku ketua DPD PKS Klaten menuturkan Masyarakat Klaten memilki kedekatan yang khusus serta kepentingan yang besar terhadap kemenangan Hidayat-Didik. Cagub DKI Hidayat Nurwahid merupakan cagub yang berasal dari Klaten sekaligus merupakan Anggota DPR RI dari Dapil 5 Jateng meliputi Klaten, Boyolali, Solo dan Sukoharjo. Dengan demikian sangatlah wajar apabila Masyarakat Klaten mendukung penuh Hidayat-Didik. Salah satu program yang digulirkan dalam Posko tersebut adalah Program Sapa Keluarga yaitu mengajak masyarakat Klaten yg memiliki keluarga maupun saudara, teman, rekan, kolega dan seterusnya di Jakarta untuk menghubungi dan mengajak mereka untuk mendukung serta memilih pasangan No.4 Hidayat-Didik. Posko Pemenangan Hidayat-Didik ini dalam kegiatannya melakukan sosialisasi program tersebut kepada berbagai lapisan masyarakat disekitarnya tegasnya di sela-sela rapat harian DPD PKS Klaten.
Posko Pemenangan Hidayat-Didik ini didirikan mulai 20 Mei 2012 sampai masa pemungutan suara berlangsung. Dengan pembentukan posko-posko ini PKS Klaten yakin dapat membantu pemenangan Cagub no 4 Hidayat – Didik dalam Pilkada DKI dalam satu putaran.[PKSJateng/An]
PKSPemalang - Mengurus keluarga itu sangat penting. Membahagiakan keluarga, adalah
bagian dari kewajiban. Namun tidak boleh terlena oleh kehangatan
keluarga, yang menyebabkan kita melalaikan kewajiban dakwah dan tidak
menunaikan amanah. Semua amanah harus ditunaikan dengan sepenuh tanggung
jawab.
Pada saat Perang Tabuk, Rasulullah saw keluar bersama sekitar 30.000
pasukan. Di antara sahabat Nabi, ada beberapa orang yang tidak ikut
berangkat ke Tabuk, yaitu Ka’ab bin Malik, Murarah bin ar-Rabi’ dan
Hilal bin Umayyah. Mereka ini –seperti dikatakan oleh Ibnu Ishaq dalam
kitab Sirahnya— adalah orang–orang jujur yang tidak diragukan lagi
kebaikan mereka.
Ternyata ada pula seorang sahabat yang sempat tertinggal, bernama Abu
Khaitsamah. Namun akhirnya iapun menyusul Rasulullah saw di Tabuk.
Jamuan istimewa dari Para Isteri Tercinta
Thabrani, Ibnu Ishaq dan al-Wakidi meriwayatkan bahwa setelah
Rasulullah saw berjalan beberapa hari menuju Tabuk, Abu Khaitsamah
kembali kepada keluarganya di hari yang sangat panas sekali. Ia disambut
oleh kedua istrinya di dua kemah yang terletak di tengah kebun.
Masing–masing telah menyiapkan kemahnya dengan nyaman, lengkap dengan
air sejuk dan makanan beraneka macam. Ketika masuk di pintu kemah dia
melihat kedua istrinya dan apa yang telah mereka persiapkan.
Tertegun Abu Khaitsamah menyaksikan itu semua. Jamuan yang sangat
istimewa, dari isteri-isteri tercinta. Udara yang panas, rasa lelah yang
mendera, dijamu dengan minuman dingin, serta makanan yang lezat,
ditemani dua isteri di dua kemah yang berbeda. Hatinya justru gundah,
maka segera ia berkata :
”Rasulullah saw berjemur di terik matahari dan diterpa angin panas
sedangkan Abu Khaitsamah bersantai di kemah yang sejuk, menikmati
makanan yang tersedia dan bersenang ria dengan isteri-isteri cantik?
Demi Allah, ini tidak adil !”
Dengan tegas Abu Khaitsamah berkata, ”Demi Allah, aku tidak akan
masuk kemah salah seorang diantara kalian hingga aku menyusul Rasulullah
saw!”
Melihat sikap suami yang tegas itu, segera kedua istrinya
mempersiapkan perbekalan untuk berangkat. Setelah perbekalan siap, ia
bergegas berangkat menuju Tabuk. Hatinya merasa tidak nyaman, ia harus
segera bertemu Rasulullah saw dan para sahabat yang tengah berjuang di
Tabuk.
Tetaplah Berangkat, Walau Terlambat
Di Tabuk, para sahabat melihat dari kejauhan ada seseorang yang
mengendarai kuda mendekati mereka. Para sahabat berkata, ”Ada seorang
pengendara yang datang.” Rasulullah saw bersabda, ”Ia adalah Abu
Khaitsamah!”
Setelah semakin dekat, para sahabat berkata, ”Wahai Rasulullah, ia memang Abu Khaitsamah.”
Turun dari kudanya, Abu Khaitsamah bergegas menghadap Rasulullah saw.
Sabda beliau saw kepadanya, ”Engkau mendapatkan keutamaan wahai Abu
Khaitsamah!”
Abu Khaitsamah kemudian menceritakan kisahnya, dan Rasulullah saw berdoa untuk kebaikannya.
Tetaplah berangkat menunaikan amanah, tetaplah berangkat melaksanakan
kewajiban, betapapun kelelahan mendera tubuhmu. Betapapun keluarga yang
sangat engkau cintai membuat hatimu tertambat dan ingin tidak
berangkat. Singkirkan kemanjaan, buang kemalasan, ambil ketegasan sikap,
dakwah harus dimenangkan.
Kehangatan keluarga jangan sampai membuatmu malas menunaikan amanah
dakwah. Kenyamanan bersama isteri, suami dan anak-anak, jangan sampai
membuat engkau tidak berangkat melaksanakan panggilan perjuangan. Ayo
bergerak, walau engkau sudah terlambat. Ayo tetap berangkat, walau
saudara-saudaramu para aktivis telah terlebih dulu berada di medan
perjuangan dakwah.
Mungkin engkau terlambat, mungkin engkau sempat terlena, mungkin
engkau sempat khilaf, mungkin engkau sempat manja, mungkin engkau sempat
malas, mungkin engkau sempat merasa berat. Isteri cantikmu, anak-anak
kecilmu, rumah bagusmu, mobil indahmu, semua menunggu ingin bersama
denganmu.
Namun lihat di sana, para aktivis tengah sibuk memasang bendera. Para
aktivis tengah lelah melaksanakan jutaan agenda. Para aktivis tengah
berjaga-jaga agar tidak dicurangi oleh para durjana. Pagi, siang, sore
dan malam, aktivitas mereka tiada henti. Memenangkan dakwah di
medan-medan perjuangan yang sulit dan memerlukan banyak tenaga serta
sarana. Segera datang, segera bergabung bersama mereka.
Segera, sekarang juga.
Cahyadi Takariawan

PKSPemalang - PKS
bukanlah kumpulan malaikat yang karena tak punya nafsu maka tak bisa
berbuat salah. PKS juga bukan kumpulan setan yang setiap saat selalu
berbuat salah dan berkewajiban mengajak orang lain untuk mengikuti
jejaknya.
PKS
hanya jamaah manusia yang berusaha seoptimal mungkin “mendekati”
kesucian malaikat untuk tak berbuat dosa dan disaat yang sama berusaha
semaksimal mungkin menjauhi setan agar tak terjerumus dalam
kesesatannya.
Setiap
pekan kader PKS mengkaji Islam sebagai cara kader PKS mengenal lebih
dekat ajaran Allah yang dibawa oleh Rasulullah saw. Setiap pekan kader
PKS di mutaba’ah: berapa kali kader PKS sholatjamaah?; berapa kali kader
PKS sholat sunnah?; berapa kali kader PKS puasa?; berapa kali kader PKS
membaca dan mentadabburi al-Qur’an?; berapa kali kader PKS sholat
malam?; berapa kali kader PKS berinfak?; berapa kali kader PKS
bersilaturahim?; berapa kali kader PKS membaca buku?; dan berapa kali
kader PKS melakukan amal-amal kebaikanlainnya?
Itu
semua sebagai cara kader PKS mempraktekkan ajaran Islam yang lengkap
dan paripurna. Itulah cara kader PKS menjauhi perbuatan dosa. Itulah
cara kader PKS mengendalikan nafsu. Itulah cara kader PKS “mendekati”
kesempurnaan malaikat yang bebas dari dosa. Dan, sekali lagi, itulah
cara kader PKS menjauhi godaan setan yang tak pernah kenal lelah
mendatangi kader PKS dari seluruh penjuru mata angin, bahkan hingga
merasuk kedalam hembusan nafas dan aliran darah kader PKS.
Beberapa
pekan sekali kader PKS mabit untuk membersihkan hati dari debu-debu
dosa. Kader PKS sholat malam berjamaah, kader PKS bermuhasabah, kader
PKS mengkaji Islam. Begitu indah. Suasana kebersamaan begitu terasa.
Kader PKS terikat bukan hanya karena factor politik; tapi ikatan iman
dan aqidah.
Adakah
partai lain melakukan apa yang PKS kerjakan? Sejauh pengamatan kami:
belum ada! Bagi kader PKS, partai hanya sebuah sarana dakwah; bukan
tujuan; bukan segala-galanya.
Lalu, mengapa masih ada kader PKS yang terjebak rayuan maut setan?
Itulah
bukti bahwa kader PKS manusia; bukan malaikat. Bukti bahwa setan tak
kenal lelah menggoda manusia dengan berbagai trik jitu dan halus.
Bayangkan, kader PKS saja yang berusaha keras menginternalisasi
nilai-nilai Islam kepada paraanggotanya, ternyata masih kecolongan.
Lalu, bagaimana jadinya dengan partai lain yang Cuma menjadikan politik
sebagai sarana merebut dan mempertahankan kekuasaan?
PKS Tetap Beda!
Bagi
yang menganggap PKS sama dengan partai-partai lain, perhatikanlah
baik-baik setiap kasus yang menimpa PKS. Semuanya baru dugaan dan tak
pernah diajukan kemeja pengadilan. Kasus korupsi daging impor yang
dimuat di Majalah Tempo, hingga hari ini tak pernah masuk keranah hukum.
Bahkan, kalau mau jujur, apa yang menimpa Arifinto, belum terbukti
benar. Sejauh ini, media menghakimi Arifinto sengaja membuka situs
porno, yang kemudian dibantah oleh Arifinto bahwa ia hanyamembuka link
email.
Dan
inilah yang membuat PKS tetap beda dengan partai lainnya. Meski belum
terbukti, Arifinto langsung mundur sebagai anggota DPR. Tahukah jika di
gedung dewan yang terhormat itu, teramat banyak anggotanya yang
jelas-jelas sudah terbukti bersalah, namun tak mau mundur dengan alasan
kasusnya belum memiliki kekuatan hukum tetap?
Tahukah
jika disana banyak tindakan anggota dewan yang jauh lebih menjijikkan
dan memalukan dibanding Arifinto? Tidur saat sidang, jarang hadir,
menelepon dan bermain ipad. Tapi mereka tak malu. Dan karenanya mereka
tak mau mundur.
PKS Tetap Beda!
Lihatlah saat PKS melakukan pergantian pucuk pimpinan partai. Tak ada gontok-gontokan. Tak ada keributan. Tak ada politik uang. Tak ada kursi terbang di atas kepala. Tak ada kata-kata makian yang terlontar. Semuanya berlangsung smooth. Bahkan tak jarang di antara kader PKS saling mempersilakan diri untuk menjadi pemimpin.
Itu
karena bagi kader PKS, menjadi pemimpin adalah amanah berat yang kelak
harus dipertanggungjawabkan di akhirat. Menjadi pemimpin di DPC, DPD,
DPW atau DPP bukanlah tiket untuk menjadi anggota dewan atau menteri.
Dan karena itu pula, tak ada dalam kamus kader PKS untuk mati-matian
memperebutkannya.
Bandingkan
dengan partai lain. Setiap dihelat munas, rapimnas, mukernas atau yang
sejenisnya, selalu saja berita yang tersaji sangat tidak elok untuk
didengar. Isu suap, perkelahian di ruang sidang, kursi terbang, dan
sebagainya. Ujung-ujungnya, ketika ada pihak yang kalah, maka mereka
akan keluar dari partai dan membuat barisan baru.
PKS Tetap Beda!
Masih ingatkah dengan tradisi politik adiluhung yang dilakukan PKS sejak dulu? PKS mengharamkan rangkap jabatan. Tak ada dalam kamus PKS, seorang pejabat public juga menjadi pejabat partai. Di mulai dengan mundurnya Nurmahmudi Ismail yang saat itu diangkat menjadi menteri Kehutanan oleh Gus Dur. Ia mundur sebagai presiden partai untuk menghilangkan konflik kepentingan. Tradisi itu terus PKS lakukan hinggasaat ini.
Bukankah
secara kasat mata saja, terlihat perbedaan PKS dengan partai lain? Di
saat PKS mengharamkan rangkap jabatan, di saat yang sama partai-partai
lain justru dengan sengaja menjadikan pimpinan partainya merangkap
jabatan sebagai pejabat publik. Kita bias melihatnya sekarang: betapa
banyak pimpinan partai yang menjadi menteri.
PKS Tetap Beda!
Slogan
PKS sebagai partai yang peduli, bukan pepesan kosong. Berapa kali sudah
PKS berada di garda terdepan saat bencana dating menghantam negeri kita
tercinta. Di Aceh kala tsunami menerjang; Di Yogyakarta kalagempa
mengguncang; di Padang dan Mentawai saat lindu menggoyang; juga di
Yogyakarta kala Merapi meradang. Kepedulian PKS adalah wujud Islam yang
rahmatan lil ‘alamin. Praktek nyata dari keindahan nilai-nilai Islam
dalam memandang kemanusiaan.
Itulah
yang membedakan PKS dengan partai lain. PKS hadir setiap hari: dimana
pun dan kapanpun. PKS tak hanya hadir saat menjelang pilkada atau
pemilu. PKS tak hadir lima tahun sekali dengan membagi-bagi sembako,
kaos, jilbab dan uang. Tak semurah dans erendah itu PKS menghargai
rakyat.PKS hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan PKS.
PKS Tetap Beda!
Meski
kader PKS mulai dihinggapi persoalan-persoalan yang mirip dialami kader
partai lainnya, tak serta merta membuat PKS sama. Kasus Arifinto yang
menurutnya tak sengaja membuka konten porno tentu saja jauh berbeda
dengan kasus sejenis yang dialami kaderpartai lain. Arifinto bukanlah
Yahya Zaini atau Max Moein yang jelas-jelas telah berzina.
Akhirnya,
kami hanya ingin mengingatkan: Toyota Alphard dan Bajaj tetaplah
berbeda meski keduanya memiliki bentuk roda yang sama yakni bundar.
Wallahua’lam bishshowab.
Erwyn Kurniawan
PKSPemalang - Penangkapan pegawai pajak oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kemarin, hanyalah puncak gunung es dari maraknya praktek suap di lingkungan direktorat jenderal (Dirjen) pajak.
“Uang sebesar Rp285 juta merupakan bagian kecil dari transaksi suap. Bagaimana dengan transaksi yang tidak sempat terendus oleh KPK, dan bagaimana dengan perusahaan lainnya yang juga menggunakan jasa TH,” kata anggota komisi III DPR, Indra SH kepada wartawan di DPR, Jakarta, Kamis (7/6/2012).
Menurut Indra, seharusnya penegak hukum dan dirjen pajak mampu belajar dari pengalaman Gayus dan Dhana yang telah melakukan penyelewengan dana di dalam internal dirjen pajak agar segera melakukan perombakan secara besar-besaran.
“Birokrasi rumit dan mentalitas korup merupakan akar dari praktek suap. Harus ada perombakkan besar-besaran di tubuh Dirjen Pajak. Negeri ini harus belajar dari terungkapnya kasus Gayus dan Dhana,” imbaunya.
Selain itu, menurut Indra, sebagai presiden, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga harus tegas dalam upaya pemberantasan korupsi dengan melakukan langkah-langkah yang konkret, dan tidak hanya melakukan upaya pencitraan.
“Kalau SBY serius ingin memberantas korupsi, tidak skedar retorika atau pencitraan belaka, maka SBY harus serius melakukan fokus pembenahan, pencegahan, dan penindakan disektor ini (pajak),” tegasnya.
sumber : http://www.fpks.or.id
PKSPemalang - Sekjen
PKS Anis Matta merespons rencana Partai NasDem memberi modal calegnya
Rp 5-10 miliar. Anis memahami modal perlu tapi integritas caleg lebih
penting.
“Uang penting tapi PKS tidak mengandalkan itu. Yang lebih penting
adalah integritas caleg,” kata Anis di Gedung DPR, Senayan, Jakarta,
Senin (11/6/2012).
Menurut Anis, selama tiga pemilu PKS tak banyak disupport uang. Namun
demikian, PKS bisa eksis menjaga partai tetap lolos di DPR.
“Dalam pengalaman kita, tiga kali pemilu pertumbuhan PKS tidak dipicu oleh uang tapi lebih kepada integritas,” tegasnya.
Partai NasDem memang mengucurkan modal Rp 5-10 miliar untuk caleg
Partai Nasdem. Nasdem mengklaim langkah tersebut mampu melahirkan kader
handal.
NasDem telah menegaskan dananya dari sumber kader dan penyumbang dana. NasDem telah membantah dana tersebut dari aliran korupsi.
sumber : http://www.fpks.or.id

